Tips menjadi desainer grafis
Cara Menjadi Desainer Grafis
·
Gemar menggambar, kalo bisa sejak
kecil
* Kuliah seni rupa / DKV
* Kursus desain grafis
* Rajin baca buku tentang desain grafis
* Rajin browsing di internet
* Rajin baca blog tentang desain
* Sering mengamati iklan-iklan, billboard, kemasan, brosur dll.
* Mengunjungi pameran seni rupa / desain
* Ikut lomba / kompetisi desain
* Kuliah seni rupa / DKV
* Kursus desain grafis
* Rajin baca buku tentang desain grafis
* Rajin browsing di internet
* Rajin baca blog tentang desain
* Sering mengamati iklan-iklan, billboard, kemasan, brosur dll.
* Mengunjungi pameran seni rupa / desain
* Ikut lomba / kompetisi desain
Desainer grafis
bertanggung jawab antara lain untuk membuat logo, desain kemasan, materi
promosi format cetak maupun internet dll, yang bertujuan untuk membantu
aktifitas pemasaran suatu perusahaan / organisasi.
Untuk menjadi desainer grafis yang berhasil, harus mempunyai motivasi yang kuat dalam meningkatkan kemampuannya terutama dalam hal komunikasi, hal ini penting untuk mengkaji, menganalisa dan menyampaikan ide. Kemampuan lainnya adalah penguasaan komputer grafis untuk mewujudkan ide tersebut menjadi karya 'visual' yang bukan sekedar estetik, tapi juga efektif.
Untuk menjadi desainer grafis yang berhasil, harus mempunyai motivasi yang kuat dalam meningkatkan kemampuannya terutama dalam hal komunikasi, hal ini penting untuk mengkaji, menganalisa dan menyampaikan ide. Kemampuan lainnya adalah penguasaan komputer grafis untuk mewujudkan ide tersebut menjadi karya 'visual' yang bukan sekedar estetik, tapi juga efektif.
1.
Pelajarilah seni
menggambar sejak dini, jika perlu ikuti kursus menggambar.
Mengapa menggambar penting? Karena menggambar pada dasarnya adalah mewujudkan apa yang ada dipikiran kita (abstrak) ke dalam bentuk-bentuk tertentu dengan memanfaatkan garis, bentuk, warna. Sehingga apa yang 'abstrak' itu menjadi 'nyata' dan terlihat pada sebuah media tertentu (kertas, kanvas, kain, dll).
Mengapa harus sejak kecil? Karena menggambar membutuhkan latihan yang terus menerus, agar memberikan kepekaan terhadap garis, bentuk, warna dan cita rasa seni / estetika tersebut. Intinya adalah kepekaan, sensitifitas. Lha, kalau sudah dewasa baru mau berlatih, bisa gak? Yang penting tekun!
Garis, bentuk, warna, proporsi adalah elemen-elemen dasar yang digunakan desainer grafis dalam menyampaikan ide / pesan tertentu.
Mengapa menggambar penting? Karena menggambar pada dasarnya adalah mewujudkan apa yang ada dipikiran kita (abstrak) ke dalam bentuk-bentuk tertentu dengan memanfaatkan garis, bentuk, warna. Sehingga apa yang 'abstrak' itu menjadi 'nyata' dan terlihat pada sebuah media tertentu (kertas, kanvas, kain, dll).
Mengapa harus sejak kecil? Karena menggambar membutuhkan latihan yang terus menerus, agar memberikan kepekaan terhadap garis, bentuk, warna dan cita rasa seni / estetika tersebut. Intinya adalah kepekaan, sensitifitas. Lha, kalau sudah dewasa baru mau berlatih, bisa gak? Yang penting tekun!
Garis, bentuk, warna, proporsi adalah elemen-elemen dasar yang digunakan desainer grafis dalam menyampaikan ide / pesan tertentu.
2. Jika kondisi keuangan kamu memadai, ikuti program kuliah / akademi seni
rupa atau advertising dengan konsentrasi Desain Grafis dan latih kemampuan
komputer grafis. Walaupun mungkin saja bekerja sebagai desainer grafis tanpa
kuliah khusus, tetapi dengan semakin banyaknya lulusan desain grafis dari
akademi / universitas, persaingan dalam lapangan kerja semakin kompetitif.
Pilihlah universitas berdasarkan lulusan-lulusan mereka, kualitas pengajar dan
berapa banyak fasilitas yang mereka tawarkan.
3. Ingat, kuliah desain grafis membutuhkan biaya yang besar, pastikan
bahwa kamu sungguh-sungguh mengikuti semua mata kuliah yang diberikan dan
hadirlah pada seminar-seminar kampus dengan pembicara-pembicara tamu. Aktiflah
mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang berhubungan dengan seni rupa dan
desain. Ingat, desain grafis membutuhkan ketekunan, kecerdasan, wawasan dan
pergaulan yang luas, bukan sekedar nongkrong di depan komputer hingga mata
merah dan lupa makan.
Pastikan juga kamu tidak menjadi 'sapi perah' yang mengeluarkan biaya besar tapi hanya mendapat sedikit pelajaran dengan kelas penuh mahasiswa, pengajar yang sedikit dan susah ditemui alias banyak side-job.
Kalau pembimbing kamu susah ditemui, kejar! Cari sampai dapat dan minta bimbingannya. Ingat, kamu sudah membayar mahal, merupakan kewajiban mereka untuk memenuhi hak kamu mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang baik. Saat ini banyak universitas membuka jurusan Desain Grafis hanya untuk mendulang uang, tanpa memperhatikan kualitas lulusan mereka.
Pastikan juga kamu tidak menjadi 'sapi perah' yang mengeluarkan biaya besar tapi hanya mendapat sedikit pelajaran dengan kelas penuh mahasiswa, pengajar yang sedikit dan susah ditemui alias banyak side-job.
Kalau pembimbing kamu susah ditemui, kejar! Cari sampai dapat dan minta bimbingannya. Ingat, kamu sudah membayar mahal, merupakan kewajiban mereka untuk memenuhi hak kamu mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang baik. Saat ini banyak universitas membuka jurusan Desain Grafis hanya untuk mendulang uang, tanpa memperhatikan kualitas lulusan mereka.
4. Jika kamu mempunyai kendala biaya, atau
bahkan umur yang sudah tidak 'muda' lagi alias terlambat untuk kuliah Desain
Grafis, kamu bisa ikuti kursus-kursus singkat. Ada banyak penyelenggara kursus
desain, cermatlah memilih materi yang diajarkan. Carilah kursus yang
mengajarkan proses kreatif, dengan pengajar-pengajar berpengalaman yang
menguasai semua aspek desain grafis: seni rupa / estetika, komunikasi dan
pemasaran, keterampilan komputer, penguasaan media internet, dll. Karena kursus
berlangsung singkat, banyaklah bertanya, banyak berlatih di rumah dan banyak
membaca.
5. Berinisiatiflah mencari tempat magang. Hal ini sangat perlu untuk
mengetahui dunia kerja sesungguhnya yang seringkali berbeda situasinya dengan
tempat belajar.
6. Lakukan pekerjaan apa saja yang berhubungan dengan desain grafis,
aktiflah dalam organisasi untuk menggarap kebutuhan promosi mereka. Jika kamu
seorang Kristen, ada banyak pelayanan yang bisa kamu ikuti, semuanya membutuhkan
sentuhan desain grafis, utamakan mencari pengalaman daripada nilai uang yang
mungkin diterima, sehingga kamu akan memiliki portofolio yang bukan fiktif,
sehingga prospek mendapat pekerjaan sesungguhnya semakin besar.
7. Perhatikan desain-desain kemasan, iklan-iklan baik di televisi maupun
media cetak. Kunjungi berbagai situs yang berhubungan dengan desain, amati
portofolio-portofolio desainer grafis di internet. Kunjungi pameran-pameran
seni rupa atau desain grafis, jika ada lomba-lomba cobalah berpartisipasi.
8. Bergabunglah dengan berbagai milis yang membahas desain grafis dan
sebagai pelengkap, ikuti juga milis-milis yang membahas marketing, komunikasi,
dan budaya.
Tips & hal yang perlu
diingat
·
Selalu siapkan diri untuk
seaktu-waktu interview dengan perusahaan yang mencari pekerja, walaupun
perusahaan itu tidak memasang iklan lowongan. Karena itu dalam portfolio,
cantumkan hanya karya-karya terbaik.
·
Desain grafis adalah karir dimana
terbuka kemungkinan untuk bekerja sendiri / freelance. Kamu harus rajin mencari
peluang, terutama dalam tahun-tahun pertama.
·
Bersiaplah untuk bekerja
berjam-jam, melebihi jam kerja normal terutama untuk proyek-proyek yang
mendekati deadline.
*Zifarra* :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar