Mencintai seseorang itu butuh,
kekuatan..
kesabaran..
ketulusan..
kejujuran..
Termasuk juga tanggung jawab,
dan tentunya masih banyak lagi yang
tiada mungkin satu-persatu disebutkan...
Ada kalanya ketika mencintai seseorang,
akhir cerita yang kamu dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan, tidak sesuai dengan apa yang selama ini selalu kamu dambakan...
Mungkin itu sebabnya hingga saat ini pernyataan “jodoh itu di tangan Tuhan” masih membahana di mana-
mana...
Ada kalanya kamu mencintai seseorang,
sehingga kamu bersedia menghalalkan berbagai cara untuk memiliki hati dari orang itu, tanpa kamu peduli cara yang kamu gunakan itu apakah baik ataukah buruk, tanpa kamu peduli cara yang kamu gunakan itu apakah akan menyakiti orang lain disekitarmu ataukah tidak...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
bukan ketika kamu bersikeras untuk memiliki dia yang kamu cinta...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu berusaha mengikhlaskan perasaanmu dan merasa bahagia hanya dengan melihat dia yang kamu cinta mendapatkan kehidupan yang terbaik untuk dirinya...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu menghela nafas panjang sejenak, memandangnya, kemudian kamu tersenyum dengan penuh kelembutan, di kala dia yang kamu cinta menemukan kebahagiaan dengan berada di sisi orang yang ia cintai...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu menemukan sisi terburuk dari dia yang kamu cinta,
dan yang kamu keluarkan kepadanya adalah bukan kata-kata menuntut
apalagi merendahkan, namun tiada lain adalah kata-kata penuh keikhlasan serta ketulusan, menerima dia apa adanya...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika dia menyakiti hati dan menorehkan luka yang kian dalam, yang tidak kunjung sembuh,
yang serasa tiada akan pernah tertutup,
yang membuatmu sesak seolah kamu tiada lagi dapat bernafas,
namun kamu masih mendoakan kebahagiaan dalam hidupnya…
Hingga suatu hari nanti,
kamu akan menyunggingkan
senyuman terindah di wajahmu,
menjalani kehidupanmu tanpa menoleh lagi ke belakang,
melanjutkan perjalananmu tanpa terburu-buru lagi melangkah..
sampai kamu berhenti di perhentian
terakhir yang membawamu pada kebahagiaan..
dengan kisah indah tiada akhir..
bersama dia yang memang benar-benar ditakdirkan untukmu,,
yang membawa kebaikan pada dirimu,,
sepanjang umurmu…
*31-12-12*
kekuatan..
kesabaran..
ketulusan..
kejujuran..
Termasuk juga tanggung jawab,
dan tentunya masih banyak lagi yang
tiada mungkin satu-persatu disebutkan...
Ada kalanya ketika mencintai seseorang,
akhir cerita yang kamu dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan, tidak sesuai dengan apa yang selama ini selalu kamu dambakan...
Mungkin itu sebabnya hingga saat ini pernyataan “jodoh itu di tangan Tuhan” masih membahana di mana-
mana...
Ada kalanya kamu mencintai seseorang,
sehingga kamu bersedia menghalalkan berbagai cara untuk memiliki hati dari orang itu, tanpa kamu peduli cara yang kamu gunakan itu apakah baik ataukah buruk, tanpa kamu peduli cara yang kamu gunakan itu apakah akan menyakiti orang lain disekitarmu ataukah tidak...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
bukan ketika kamu bersikeras untuk memiliki dia yang kamu cinta...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu berusaha mengikhlaskan perasaanmu dan merasa bahagia hanya dengan melihat dia yang kamu cinta mendapatkan kehidupan yang terbaik untuk dirinya...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu menghela nafas panjang sejenak, memandangnya, kemudian kamu tersenyum dengan penuh kelembutan, di kala dia yang kamu cinta menemukan kebahagiaan dengan berada di sisi orang yang ia cintai...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika kamu menemukan sisi terburuk dari dia yang kamu cinta,
dan yang kamu keluarkan kepadanya adalah bukan kata-kata menuntut
apalagi merendahkan, namun tiada lain adalah kata-kata penuh keikhlasan serta ketulusan, menerima dia apa adanya...
Tingkatan cinta yang paling tinggi adalah
ketika dia menyakiti hati dan menorehkan luka yang kian dalam, yang tidak kunjung sembuh,
yang serasa tiada akan pernah tertutup,
yang membuatmu sesak seolah kamu tiada lagi dapat bernafas,
namun kamu masih mendoakan kebahagiaan dalam hidupnya…
Hingga suatu hari nanti,
kamu akan menyunggingkan
senyuman terindah di wajahmu,
menjalani kehidupanmu tanpa menoleh lagi ke belakang,
melanjutkan perjalananmu tanpa terburu-buru lagi melangkah..
sampai kamu berhenti di perhentian
terakhir yang membawamu pada kebahagiaan..
dengan kisah indah tiada akhir..
bersama dia yang memang benar-benar ditakdirkan untukmu,,
yang membawa kebaikan pada dirimu,,
sepanjang umurmu…
*31-12-12*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar